Terlihat Miskin Diremehkan Teman-temanya Saat Reuni, Begitu "Putranya" Datang Semua Terdiam!
Suatu hari Lim yang sedang asyik menonton TV tiba-tiba mendapatkan telepon dari teman SMAnya dulu, Henri. Lim penasaran mengapa sang teman lama tiba-tiba menghubunginya. Ia pun segera mengangkat telepon, rupanya Henri hendak mengajak Lim untuk reuni pada akhir minggu ini.
Tempat reuni dilaksanakan di sebuah restoran mewah di salah satu hotel bintang lima. Dengan gembira Lim pun mengiyakan ajakan temannya itu. Hari reuni pun tiba. Betapa terkejut Lim saat melihat perubahan teman-temannya yang sudah tidak dijumpainya selama puluhan tahun itu.
Teman perempuannya mengenakan gaun dan perhiasan-perhiasan yang mewah sedangkan yang pria memakai setelan jas lengkap dan berdasi. Hanya Lim saja yang memakai baju kemeja biasa dan jaket sederhana. Reuni yang dikiranya akan terasa hangat itu rupanya justru malah terasa sangat asing bagi Lim.
Setelah semua undangan tiba, mereka pun sibuk bercerita sambil menikmati makanan. Semua temannya mulai memamerkan bisnis, harta dan kesuksesan anak-anak mereka. Ada yang anaknya akan pindah ke Eropa dan membuat iri banyak orang. "Wah, iri deh, kamu bentar lagi bakal ikut ke LN dong".
Ada juga yang putrinya berhasil jadi manager di perusahaan internasional, gajinya ratusan juta per tahun. Topik pembicaraan mereka hanya berputar pada uang, mobil, rumah, dan keberhasilan anak. Lim yang merasa kecewa pun hanya bisa terdiam sambil menghela nafas.
Di tengah pembicaraan, mereka memandang sinis penampilan Lim yang terlihat sederhana. Mereka pun mulai meremehkan Lim. Seorang temannya pun mulai bertanya kepada Lim. "Lantas gimana anakmu Lim? Kerja apaan?". Lim dengan senyum berkata, "Dia nggak sesukses anak-anak kalian. Kerjanya cuma pegawai biasa di kota ini juga."
Teman-temannya tertawa mendengar pengakuan Lim. Seorang temannya berkata, "Kok cuma pegawai biasa sih Lim. Mau nggak aku carikan pekerjaan yang lebih bagus untuk anakmu? Biar nanti aku tanyakan ke anakku". Lim menggelengkan kepalanya dan menolak halus. "Tak perlu repot-repot, anakku sangat menyukai pekerjaannya."
Teman-temannya kembali tertawa mendengar jawaban Lim. Setelah hidangan selesai dimakan, saat akan membayar biaya makanan, semua teman Lim saling menunggu untuk dibayari. Mereka yang tadinya begitu membesar-besarkan kekayaannya, tak ada yang mau memulai membayar. Mereka saling mengharapkan akan ditraktir oleh teman lainnya.
Dalam keadaan hening, tiba-tiba seorang pemuda tampan yang terlihat perlente masuk ke ruangan reuni. Ia memperkenalkan dirinya sebagai pemilik hotel dan bertanya tentang kepuasan mereka tentang rasa masakan dan pelayanan hotel.
Semua orang mengangguk puas dan memuji kelezatan masakannya. Sambil tersenyum lebar, pemuda itu lalu menghampiri Lim dan menepuk pundaknya sambil berkata, "Ayahku sangat menanti acara reuni ini. Ia sangat senang bisa bertemu dengan tante dan om semua. Makanan kali ini biar kami yang traktir yah."
Mendengar kalimat dari pemuda itu, semua teman Lim seketika terkejut dan terdiam malu. Ternyata anak Lim adalah pemilik hotel tersebut!



Comments
Post a Comment